Pattimura itu Kami.

Beberapa hari yang lalu beredar lelucon ala sotosop buatan anak negeri ini di Internet, lelucon kalo boleh dibilang, sayah salut dengan teknik olah digitalnya yang bisa membuat kita terpingkal-pingkal, sebuah gambar yang dibuat oleh orang super kreatif, untuk memberi kritikan bagi Negeri ini seperti yang lainnya. Akan tetapi disisi lain ada rasa perih yang menyengat di sudut hati, rasa perih yang menjalar ke seluruh tubuh yg membuat sayah ingin menangis sekaligus tertawa melihat gambar itu. Pada gambar itu wajah Pattimura di Mata Uang Rp. 1.000 di ganti dengan wajah Gayus Tambunan. Gayus Tambunan sang pembuka kehancuran negeri ini dengan mempermainkan Indonesia bak rumahnya sendiri yang bisa diobrak-abrik, Gayus yang seakan-akan Tuhannya negeri ini yg tak bisa disentuh oleh siapapun. Gayus menjelma di lembaran seribu rupiah menggantikan wajah Pattimura lengkap dengan menenteng “Parang”.
Maaf, tapi bagi sayah pribadi, seseorang yang lahir di Maluku, seseorang yang hidup ditengah-tengah hutan sagu, gelombang laut Banda, seseorang yang lebih banyak belajar tentang kepahlawanan dan budaya orang lain dari pada belajar tentang lingkungan kami sendiri. Pattimura adalah kebanggaan kami, Pattimura adalah jiwa kami yang membangun negeri untuk kami sendiri. Ditangan Pattimura “Parang” untuk membela rakyat, di tangan Gayus, Parang untuk membelah rakyat Negeri ini.

Nunu oli
Nunu seli
Nunu karipatu
Patue karinunu

[Thomas Matulessy]

[Saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah beringin besar, dan setiap beringin besar akan tumbang. Tetapi beringin lain akan ganti. (Demikian pula) saya katakan kepada kamu sekalian (bahwa) saya adalah batu besar, dan setiap batu besar akan terguling. Tapi batu lain akan ganti]

Dia Thomas Matulessy sang Kapitan Pattimura telah mengucapkan kalimat-kalimat saat menghadapi tiang gantungan dari Belanda atas perlawanannya membebaskan negeri ini dari cengkeraman Belanda, Dulu, saat watak asli budaya zaman “Hena Masa Waya Lotto Honimua”. Kalimat patriotis yang mampu membakar jiwa mereka saat itu dan generasi berikutnya, kalimat tegas sekaligus penyerahana tanggung jawab yang sangat besar bagi Pattimura-pattimura baru untuk menjadi Batu bagi penindasan di negeri ini, menjadi Beringin besar bagi para penjajah negeri ini yang ingin merampas cengkeh dan pala di ewang-ewang cucu alifuru. Pattimura adalah teladan jujaro mungare Maluku yang telah mengakar sebagai sebuah kebanggan kami untuk menunjukkan jiwa heroisme dan patriotisme ditengah merosotnya identitas lokal, nasional oleh kepungan globalisasi.
Pattimura adalah simbol perlawanan kami terhadap penindasan dan ketidak adilan. Di tangan kanan tergengam dengan erat sebuah “Parang” yang tidak hanya dapat diartikan secara sempit sebagai simbol dari “kekerasan”, dimana apapun yang terjadi “Parang” akan berbicara, akan tetapi ini adalah simbol untuk menaklukkan dunia bagi kami, parang menjadi senjata untuk menaklukkan ganasnya Ewang-ewang di belantara Nusa Ina, dengan parang kami jaga dan kami pelihara setiap benih cengkeh, pala dan sagu demi kemakmuran kami. Di tangan kiri, “Salawaku” sebagai perisai demi mempertahankan setiap tapak kaki negeri ini, sambil berteriak “Mena” yang berarti “Maju kedepan” menyongsong masa depan yang lebih baik.
Sungguh, kadang bagi kami orang-orang Maluku merasa telah tersingkir dari ruang bernama “Indonesia”, sekian lama tertinggal dari pembangunan ditambah disayat-sayat oleh konflik yang makin menghancurkan negeri ini. Negeri ini hanyalah menjadi perhatian ketika RMS melempari “Indonesia” dengan kotoran, Selebihnya?

Demi asin lautan yang menghitamkan kulit ari
Kesetiaan adalah bahasa lumba-lumba yang mestinya di mengerti sebagai cinta
Nasib anak negeri yang hanya bertengger sebagai janji
Telah menjelma bisa pari sejak hati terlukai

Kami bukan ikan-ikan mati yang bisa dilempar sebagai tumbal negara ini
Demi kesetiaan berpuluh tahun yang hanya menorehkan luka
Anak-anak hitam, bau bia, bau laut kini memanen kata merdeka
Sekali berucap LAWAMENA selebihnya parang dan salawaku akan berkibar

Bahasa perlawanan sejak Nuku hingga Pattimura adalah bahasa kesetiaan
Kepada negeri airmata dan darah tertumpah sesungguhnya karena cinta
Tetapi Jakarta…
Tetapi Jakarta telah menarik balik pabrik gula di Laimo
Jakarta telah mengambil stasiun oceanologi dan menaruhnya di Bali
Jakarta telah membiarkan kami sejak 19 Januari 1999 tanpa hati

Lalu kesetiaan macam apalagi yang harus kami beri
Untuk hanya sekadar jadi petinju dan penyanyi di jantung negeri
Bukankah Soekarno bilang tanpa kami Indonesia tak jadi apa-apa
Seribu ton kopra yang kami bawa ke istana dimana kini harganya?

Maka demi asin lautan yang mengeritingkan rambut kami
Sumpah Pattimura muda telah kami ikrarkan di seluruh pelosok negeri
Biar peluru menembus kulit kami tetap menerjang
Meminta keadilan sebagai harga atas nasib anak negeri

Selebihnya hanyalah bait-bait pada Sajak “Sumpah Pattimura Muda” karangan Bang Dino Umahuk sajalah yang mampu bercerita tentang segalanya. Bercerita tentang apa yang kami rasakan di sudut Indonesia ini, Sayah masih ingat cerita Bapak dulu, ketika Soekarno datang ke Nusa Ina. Beliau meresmikan sebuah kota yang sekarang menjadi pusat Kabupaten Maluku Tengah, kota yang diberi nama “Masohi” yang merupakan budaya gotong royong memetik cengkeh dikalangan masyarakat Seram Selatan. Masih terngiang desis suara Bapak yang menceritakan tentang pidato Soekarno yang berapi-api, masih teringat sebuah ucapan yang kadang dilupakan oleh mereka yang merasa memiliki Indonesia “Indonesia Tanpa Maluku Bukan Indonesia, Maluku Tanpa Indoensia Bukan Maluku”. Namun itu mungkin sudah terlupakan, kalimat itu hanya sekedar kata mutiara untuk membuat kami terus terbuai oleh angin surga dari barat.

Sayah hanya Memohon untuk di Hentikan Penyebaran lelucon gambar itu, anda yang membuatnya mungkin tidak berpikir sampai kemana kami bisa terluka, aku tahu mungkin niat anda hanyalah untuk menjelaskan betapa bahwa Gayus telah merasuki sistem ini, tapi disisi lain anda telah melukai hati rakyat Maluku. Pattimura-pattimura muda telah sering dilukai oleh negeri ini, Tolong jangan anda menambah luka itu… menyamakan Gayus dengan Pattimura hanyalah sebuah tindakan yang sangat tidak CERDAS. karena “Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya..!!!

Hormat!

[Maafkan jika isinya semrawut]

Father, Blogger.

59 Comments

  1. kang.....
    tidak menyangka diriku kalo dirimu sampai seterluka itu.
    neng bukan anak maluku untuk bisa memahami seperti apa perjalanan maluku selama ini, tapi baca post ini bikin neng mengerti bahwa hari ini kita seyogyanya tengah menari-nari diatas darah pengorbanan pahlawan kita dulu ....

  2. bang, saya sangat terharu dan merasa heroik membaca tulisan bang almas... semoga yg menyebarkan sadar utk menghentikan hal yg melukai bukan hanya bang almas, tapi kita2 jg.

  3. [...] This post was mentioned on Twitter by harkat lestari, Asruldin Azis. Asruldin Azis said: tulisan bang @almascatie penting utk guyonan yg melukai hati pattimura2 masa kini http://bit.ly/cpX8d8 [...]

  4. Ternyata oom almas bisa nangis juga ya... :mrgreen:
    *OOT*

  5. “Bangsa Yang Besar adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya..!!!”

    Bagaimana dengan bangsa yang banyak bohongnya? Macam Endonesa ini...???

  6. kini banyak orang memang keterlaluan, mereka pikir lelucon tapi gak pake otak..

    saya bisa merasakan apa yang kamu rasa brader...

  7. pattimura jelas tidak bisa disandingkan dengan gayus, bagaikan bumi dan langit. Sebab Pattimura adalah pahlawan bagi bangsa ini, yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi negeri

  8. Entah apa yang membuat kita tak lagi mampu menghargai pahlawan, ah saya tidak begitu faham bagaimana masyarakat Maluku, yang pasti membaca in isaya tahu patriotisme dan nasionalisme kalian sangatlah tinggi...

  9. Pattimura yg saya tau dari pelajaran sejarah dulu adalah seorang pahlawan yg membela rakyat Indonesia...sangatlah keterlaluan kalau harus dibuat lelucon...

  10. memang banyak kecerdasan di bumi Indonesia hanya menghasilkan masalah, ini mungkin disebabkan oleh banyaknya tokoh yang mestinya jadi teladan berlaku tak pantas, sehingga pelecehan pada orang mulia pun banyak dilakukan karena mungkin anggapan orang-orang cerdas itu semua manusia sama jahat.

  11. Kereeee... Patimuranya tambah ganteng..hehe
    >>kunjungan balik..makasih dah singgah di blogku..!!

  12. ckckckck..
    Such a stupid joke.. T.T

  13. @Neng & Arul
    makasih banyak :)

    @Adit
    alhamdulillah.. rupanya tangisan bikin kau berhenti hetrik :))
    *asah pedang*

    @Om Farid

    Bagaimana dengan bangsa yang banyak bohongnya? Macam Endonesa ini…???

    Bangsa itu menunggu untuk tercatat sebagai sejarah "pernah ada" di Bumi.

    @Om Mamung
    :D tapi kreatif sih.. pesannya bisa jadi kritik ke semua pihak :D

    @PendarBintang
    adanya nasionalisme berawal dari patriotisme lokal semata. tanpa itu indonesia tak akan pernah ada.

    @Wien
    sayah ga ingin menkritik sih, cuman menyampaikan pesan moral bahwa ada sisi lain dari sebuah lelucon ato joke yang ditampilkan itu :D

    @Ma FIP
    memang banyak kecerdasan di bumi Indonesia hanya menghasilkan masalah, ini mungkin disebabkan oleh banyaknya tokoh yang mestinya jadi teladan berlaku tak pantas, sehingga pelecehan pada orang mulia pun banyak dilakukan karena mungkin anggapan orang-orang cerdas itu semua manusia sama jahat.

    sepakat sekali! miris, nila setitik rusak susu sebelanga.

    @Edelweis
    enggg.... ciri khas blogger pembaca cepat ato apa yah :D

    @Fiya
    cerdas yg bikin!

  14. @Fortynine: bisa mulai dengan menghargai bahasa sendiri..
    INDONESIA bukan ENDONESIA .. :-)

  15. laporkan sj ke pihak berwajib pembuat gambar itu! Itu pelecehan terhadap BANGSA INDONESIA. Pattimura adl palawan bangsa Indonesia. Sy mmg bukan org Maluku, tapi sy org Indonesia & Pattimura adl milik Indoneesia. Sy MARAH dgn pelecehan ini...

    @edelweis: kamu sama saja! >_<

  16. meski bukan orang maluku, sesama warga indonesia, saya merasa pedih dengan tulisan sampean yang begitu mendalam bang.

    sudah sepantasnya kita menghormati mereka - meskipun para pahlawan bangsa berjuang tanpa pamrih, minimal kita mengingat, untuk dijadikan contoh bagi generasi mendatang, bukan sebagai lelucon.

    semoga si pembuat membaca tulisan abang, meskipun tidak minta maaf secara tertulis namun menyadari bahwa desainnya melukai perasaan banyak orang.

    "jasmerah"

  17. Entah apa yang kini tengah merasuki pikiran para petinggi negeri ini........banyak Gayus berkeliaran dimana-mana......hmm...

    Siapa si orang yang ngedit poto uang 1000 rupiah itu.....
    mungkin niatnya ingin memberi kritikan, tapi seharusnya dia berpikir dulu apa sisi buruknya....tidak asal bertindak gitu...he..he..

  18. datang berkunjung kesini untuk membawa berita, saya mengadakan kontes SEO dengan hadiah 1,6juta. Thanks.

    Salam kenal, Danu Akbar.

  19. Hmm... Kira2 apa ya maksud awal pembuatan gambar itu?

  20. benar, saya setuju dengan tulisan ini, gayus gak pantes mukanya di pajang dimana2. makin besar kepala aja dia.
    pattimura itu pahlawan nasional, itu kebanggaan kita semua.

  21. seperti halnya poto2 menjurus SARA yg merendahkah saudara lain, kreatifitas yg berdasar lelucon gak etis yg tidak pernah bisa di tuntut pertanggung-jawabannya.

    setidaknya, ada semacam pola pikir untuk menyampaikan kritik, komentar, hujatan, sindiran, secara bijak. seiring bertambah dewasanya negeri ini. ataukah kita memang belum dewasa?
    baik rakyat ataupun penguasanya? sebegitukah?
    tapi bagaimanapun, inilah bangsa kita.

  22. inilah parodi politik dan hukum yg kadang kebablasan :(

  23. iya gayus emang dimana2

    tapi tulisanmu heroik

    salam kenal yaaaaaaaaaa

  24. pertama kali liat gambar itu di forum terbesar indonesia, dan jujur waktu pertama kali liat saya tertawa dan salut dengan orang yang buat tuh gambar.
    namun setelah baca postingan ini jadi tehenung dan berpikir, sayang sekali kreativitas nya telah melukai sebagain orang.

  25. yg tulis mmg pintar,, mgkin dia nulis ps lagi mabok gara2 disuap jg

  26. Ah kok bisa ya mengganti pahlawan besar dengan Gayus. Aneh. Apakah ini bentuk pelecehan atau ada maksud lain ya?

    Maaf baru sempat blog walking lagi :)

  27. Saya terkesima membaca tulisan ini. Awalnya gambar ini saya lihat di sebuah group. Siapapun tahu yang diedit adalah sang Kapitan Pattimura, salah satu idola saya. Sakit juga melihatnya "diplesetkan" seperti ini. Saya sepakat dengan tulisan ini. Sosok Pattimura terlalu suci untuk disamakan dengan rampok. Terlalu.

  28. Semangat pemuda anda sangat berkobar, mungkin yang membuat foto yang diedit itu berpikir tidak sejauh itu, mereka iseng membuat karena gayus hanya pantas dihargai seribu rupiah, tapi mungkin caranya menyampaika saja yang salah.

  29. Mengertilah bagaimana rasanya.
    Dalam hati tentu jadi mikir kenapa harus Pattimura, kenapa bukan yang lain....
    Ah semoga luka di hatimu segera berlalu ya, coba abaikan perlahan2.... memang gayus sekarang sdh ngetop dan semua orang cari sela apa saja u/ olok2an gayus...

  30. Mungkin niat si pembuatnya baik. Menggambarkan bahwa Sang Gayus bisa kemana saja sesuka dia bahkan dengan parang yang siap mencabik-cabik bangsa ini.
    Tetapi amat disayangkan jika hal itu menggunakan gambar pahlawan kita. Pahlawan yang bukan hanya dihormati oleh rakyat maluku namun telah berjasa buat seluruh bangsa ini

  31. malam
    blue suka postingan ini
    salam hangat

  32. itu sotosop sampah. saya pun terluka. betapa pattimura adalah kebanggaan di dada lalu disamakan dgn tidak cerdas dengan setan gayus. saya geram dan terluka..
    ambonku, maluku-ku kembali tersakiti.

  33. kreatip gambarnya untuk mengkritik kasus gayus yang ga kelar2..

  34. hehehe... aku tadi juga kaget melihat uang seribuan kertas itu tadi,
    kapan kapiten patimura potong gundul? hehe..
    Bali Villas Bali Villa

  35. hahaha...sungguh luar biasa karya anak bangsa, tapi jangan ikutan yang luar binasa yah? seperti yg ada di gambar..
    salam

  36. saya terharu dengan postingan yang ini...
    tapi itu fotonya jadi pengen jitak pala si gayus aja xD

  37. tetap tenang Pattimura2 muda,, tetap berpikir positif,, dan tuangkan semua uneg2 dalam bentuk tulisan yang memberikan pelajaran bagi yang tidak berhubungan langsung dengan sejarah,, mungkin niat awal yang gambar untuk mengkritik bangsa ini, tetapi menyebarkan dengan niat lucu2an sungguh keterlaluan,, Pattimura, Maluku adalah penyumbang terbesar keberadaan Indonesia.

  38. Kunjungan sore, apa kabar?

  39. bolehkah aku share di facebook sahabat?
    aku baru tau kalo ada lelucon semacam ini
    udah keterlaluan

  40. saya hampir menangis membacanya

  41. kreativitasnya dalam memanipulasi gambar memang layak diacungi jempol, mas almas. tapi kok perasaan saya sama dg mas almas. jadi ngeres ketika gambar pahlawan kita itu diganti si gayus yang jelas2 telah membuat negeri ini makin melarat. doh!

  42. @All
    makasih semuanya.. terharu sayah membaca comment2nya kesini :)

    @Kakain
    sayah ga mendapat pesan ato clue apapun tentang maksud yg buat, kalo ga salah beredarnya di twitter kemudian ke forum2 :)

    @Hazziran
    mungkin dengan berjiwa besar dengan tidak mencaci maki pembuatnya bisa membuat kita menjadi lebih berjiwa besar.. setidaknya itu menjadi pengalaman bahwa tidak semua hal bisa kita jadikan bahan kritikan..
    btw ini pun jadi kritikan bagi pattimura2 muda disini kok :)

    @Julie
    SIlahkan :)

    @Pak Sawali
    :) kadang sayah berpikir kayak gini pak, apa karena para pemimpin dan orang2 yang kita jadikan pemimpin di negara ini sudah tak pantas lagi dihormati, sehingga ini berimbas kepada pandangan kita tentang orang2 hebat pada jaman dulu.. jadi ini membuat kita tak peka bahkan mungkin tak bisa membedakan antara kebaikan dan juga keburukan. :(
    salam pak

  43. bisa mulai dengan menghargai bahasa sendiri..
    INDONESIA bukan ENDONESIA .. :-)


    Nanti, kalau sejarah sudah tidak disimpangkan.

    Kalau Kalimantan sudah tidak dirampok oleh orang orang serakah yang mengatasnamakan pembangunan

    Kalau masih jadi Negara macam bentuk sekarang, saya baru mau belajar menghormati namanya jikalau solusi ini bisa terlaksana

  44. Keterlaluan sekali Pattimura di buat lelucon. .

  45. Skill sotosopnya patut kita acungi jempol, namun seringkali orang lupa gurauan atau lelucon yang dibuat melupakan norma atau melukai masyarakat. Kalau selesai dibuat dan ada respon, nahh disitu baru nyadar :( Lelucon ini tidak pantas menurut saya.

  46. Wah..kalo soal itu, saya juga dapat bro.
    Dapetnya via BBM.
    Akhir2 ini marak banget foto dengan hasil editan berupa mukanya Gayus :D
    Bahkan, pak Presiden pun ikut di sotoshop.
    Parah banget yah kalo udah kayak gitu.

  47. Wah..kalo soal itu, saya juga dapat bro.
    Dapetnya via BBM.
    Akhir2 ini marak banget foto dengan hasil editan berupa mukanya Gayus :D
    Bahkan, pak Presiden pun ikut di sotoshop.
    Parah banget yah kalo udah kayak gitu.

    Btw, komen saya yang sebelumnya dianggap SPAM yah? :D

  48. Uho~ Uho~ Mungkin itu sebabnya ya kawasan timur Indonesia sering ricuh (bukan menyindir), mungkin karena ketidakmerataan kesejahteraan & keadilan O_O dasar gayus si akal bulus yang lulus dari aparatus negara sukanya makan kaktus kaya hewan kuskus yang ngga kurus-kurus kentuuuuuuuus!saya rasa bukan hanya warga tanah Pattimura yang tersinggung, tapi semuanya, karena terkait dg hak cipta alat pembayaran resmi Indonesia *_*"

  49. Curahan hati yang panjang Mas ... aku setujuh denganmu brader :)

  50. Luar biasa. Sy terkesima dengan isi tulisan ini. Masih ada orang yang gigih memperjuangkan pahlawan (berarti sy lupa pahlawan). :)Sy yakin yang membuat gambar juga akan kaget mendapat permohonan seperti ini.

  51. wah keren bang pembahasannya, nice
    puisi2nya juga sip sip, mantap :D

  52. setuju denganmu brother... tapi yah beginilah pemuda pemudi negeri kita jaman sekarang, dah banyak yang pada lupa perjuangan para pahlawan...

  53. setelah membaca tulisan ini, aku hanya bisa menahan air mata dalam hati ini, seandainya bisa ku luapkan, mungkin ember itu akan penuh dan tumpahan itu bisa di pakai untuk mandi dan cuci... melihat betapa sakitnya jadi orang Maluku yang tidak di hargai di negeri sendiri, selalu di anak tirikan, oleh negeri yang namanya Indonesia..!

    Om AL.. Danke Banya Laii..!!

  54. bro..saya bisa memahami perasaanmu dan teman-teman di Maluku..
    sebagai sesama orang dari timur Indonesia (meski mungkin Makassar sedikit lebih beruntung) kita memang kadang merasa begitu jauh dari pusat kemajuan negeri ini.
    kue yang dibagi tak selamanya rata, kita banyak menyumbang bahan mentahnya tapi bahkan remahnya pun kadang tak bersisa lagu untuk kita..
    saya bisa paham kenapa ada sebagian saudara-saudara kita yang begitu gampang terprovokasi hingga ingin berpisah dan merdeka dari Indonesia.
    kadang pemerintah di pusat hanya melihat dari sisi "pemberontakannya" saja tanpa pernah mau susah payah menyelami sebab musababnya...

    salut untuk tulisan yang saya yakin ditulis dengan tulus ini..

  55. Oh.... ada yang tersinggung ternyata.... :(
    Saya pun gak ketawa sama sekali, bahkan gak senyum saat melihat gambar lelucon itu..
    Yang ada di pikiran saya malah "wah, hebat banget teknik penggabungan gambarnya, pas banget". Maap kalo ini menyinggung... :)
    Tapi, setidaknya, saya yakin si pembuat gambar sama sekali gak ada maksud untuk menghina pahlawan kita Pattimura. Saya yakin, alasannya kemungkinan besar adalah karena pose tubuh Pattimura yang paling pas jika dipasangkan oleh kepala Gayus. Seandainya yang pas adalah di pecahan 50.000 yang bergambar I Gusti Ngurah Rai, pasti yang digunakan adalah uang 50.000, bukan 1000. :)

  56. gayus murah itu mah....

  57. keren bnget ya sotosopnya...
    izin menyapa ya buat semuanya...

  58. beta pattimura, abang, tante, om, usi,nene deng tete, opa deng oma dong samua jua pattimura...orang yang mengaku di darah yang mengalir dibadannya pernah lahir jua seorang sebesar Kapitang Pattimura, pasti jua punya jiwa besar far trima semua.

    klo bisa beta terjemahkan makna atau maksud si pembuat gambar yang tidak terlalu punya banyak pengetahuan tentang Kapitang Pattimura (tidak banyak tahu maka tidak banyak cinta)dan mesti belajar banyak tentang makna simbol, maksudnya: si gayus(Gayus Tambunnan) dengan kekuatan duit hasil jarahan dari duit rakyat bisa berubah jadi siapa saja agar tidak dikenal, atau juga dia si empunya gambar punya maksud: si gayus dengan kekuatan dari sumber yang sama bisa ada dimana saja termasuk ada di duit seribu yang kebetulan ada gambar Kapittang Pattimura...

    kita orang harus berbesar diri dan memaklumi kebiasaan dia orang yang 'tidak terlalu kreatif' yang dengan bangga menyebut dirinya seniman grafis ini.

    kita orang sudara kalo su bisa belajar kasi maaf orang lain berarti kalo itu sala dari saudara sendiri pasti bisa dimaafkan...

    texture di badan(Kapitang Pattimura) dan kepala( si gayus) yang disatukan belum di samakan, kemungkinan si pembuat gambar sedang kejar tayang, atau dia 'emang' cuman seniman amatiran...

  59. @Julaikha
    yaks, :) ditulisan itu mungkin sayah ga sepenuhnya menyalahkan atau menghakimi yang membuat gambar itu Bu, ini pun semacam kritikan bagi anak maluku sendiri, diatasnya sayah membahas tentang sejarah, semangat dari seorang kapitan pattimura, dan jiwa2 yg terluka akibat negara ini. dan terakhir sayah mohon dengan hormat untuk tidak menyebarkan lagi. Bagi sayah pribadi, ini seni yang mengkritik, menghantam sesuatu dgn bahasa seni.

    :) sayah yakin, ini krtikan sempurna bagi kita, setidaknya dgn adanya gambar ini, kami pun mau belajar dan menelaah kembali smangat2 pattimura sehingga kami bisa melanjutkan batu perjuangan beliau.

    Hormat.

Leave a Reply