kota tengah laut_medium

Kisah Kota Tengah Laut yang Menghilang

Beberapa tahun silam, warga Aru yang berdekatan dengan laut arafura pernah bercerita tentang kisah sebuah kota di tengah lautan lepas. Kota yang bisa dijangkau dengan speedboat beberapa jam dari daratan. Mereka bercerita tentang kehidupan di tengah laut saat malam tiba. Kumpulan kapal-kapal ikan yang berlabuh hingga dari jauh terlihat seperti sebuah kota di tengah lautan lepas.

Pertama mendengar kisah ini mungkin kita beranggapan ada beberapa kapal yang berlabuh untuk istrahat dalam mencari ikan di laut arafura. Tak ada bukti berupa foto ataupun jumlah kapal yang bisa kita angankan sebagai sebuah kota di tengah lautan lepas. Hingga cerita ini pun menjadi semacam cerita biasa yang tak begitu berefek yang luas.

Namun pada tahun 2012 silam, website Night Earth menerbitkan foto-foto dunia dari satelit pada malam hari. Salah satu yang bisa diliat adalah Indonesia seperti gambar ini  yang menampilkan Foto satelit Malam Indonesia (klik untuk liat lebih jelas).

Jika dilihat sekilas, maka kita hanya akan fokus melihat bagaimana pemerataan energi di Indonesia (terutama Listrik) tidak merata. dimana Indonesia Barat terutama pulau jawa lebih terang dari pada daerah lain. Semakin ke timur, maka pemerataan energi listrik terlihat semakin menipis, di timur terlihat lebih gelap dan sangat kontras dibandingkan dengan pulau jawa yang keliatan hampir merata terrang benderangnya.

Namun, silahkan cermati beberapa peta di bawah ini.

Peta Malam Wilayah Indonesia Timur (Cek Lingkaran Merah)

Peta Malam Wilayah Indonesia Timur (Cek Lingkaran Merah)

Pada peta ini dapat dilihat kondisi wilayah Indonesia Timur yang hampir gelap secara kesuluruhan. Namun ditengah kegelapan ada hal yang paling menarik di pojok bawah (lingkaran merah) dimana terlihat cahaya yang lumayan besar sebagai tanda ada sebuah kota atau lampu-lampu yang dengan luas wilayah yang besar hingga bisa ditangkap oleh camera satelit.

Peta Malam Provinsi Maluku

Jika lebih diperbesar lagi, dan dibandingkan dengan berbagai kota di Indonesia Timur terutama di wilayah Provinsi Maluku dan Papua, kita bisa lihat cahaya besar yg tertangkap itu luasnya bisa melebihi kota Ambon (ibu kota provinsi Maluku), Kota Tual/Langgur (Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara), Kota Dobo (Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru, Bahkan intensitas cahayanya melebihi dari perusahaan tambang emas raksasa di dunia. PT Freeport di pegunungan Tembagapura, Papua.

Perhatikan cahaya yang berada di tengah laut. dan membentuk Kota Tengah Laut

Perhatikan cahaya yang berada di tengah laut. dan membentuk Kota Tengah Laut

Dan jika semakin dekat dan perbesar, maka foto Satelit tengah malam telah membuka rahasia kota Tengah Lautan yang bukan hanya berupa puluhan kumpulan kapal. Namun diliat dari besaran cahaya yang hampir menyerupai Kepulauan Aru, kita bisa bayangkan berapa ratus ribu atau jutaan kapal yang mampu membuat cahaya yang melebihi kota-kota di Timur Indonesia itu.

Kenyataan dari foto satelit ini rupanya membuka hal lain. Bukan rahasia umum di Indonesia, yang mana adalah negara dengan laut terbesar di Dunia, namun hasil laut tidak banyak memberikan konstribusi bagi negara. Pendapat negara dari laut yang luas ini dikalahkan oleh pendapat lain. Apalagi untuk daerah-daerah yang punya laut luas dan ikan banyak seperti Maluku, Maluku Utara dll. Mempunya wilayah laut yang luas bukan berarti pendapatan daerah dari hasil laut akan meningkat, bahkan kenyataannya tak ada satupun kota di indonesia yang mampu produksi ikan lebih banyak dibandingkan negara-negara tetangga. jangankan produksi ikan, kadang stock ikan untuk makan kebutuhan sehari-hari warga saja susah. Belum harga ikan yang melambung tinggi. berbanding terbalik dengan wilayah lautan yang luas.

Menteri Susi dan kebijakan “Tenggelamkan Saja”

Pada 2014, Presiden Terpilih Jokowi melantik Dr. (HC) Susi Pudjiastuti atau lebih di kenal dengan nama Ibu Susi, Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Tak banyak yang mengenal Perempuan tangguh ini selain kontroversi tato dan merokok di hari pertama pelantikan. Banyak yang memandang remeh perempuan yang cuma lulusan SMP namun terpilih menjadi Menteri di Kabinet Kerja Jokowi. Namun hal itu tak berarti banyak dan tak butuh waktu lama untuk Ibu Susi membuktikan kepada publik bahwa beliau layak memegang amanah sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. 

Pada awal masa jabatan, kebijakan pertama  pertama dalam membenahi sektor perikanan dan kelautan adalah penegakan hukum. Kebijakan ini menimbulkan efek yang sangat mengejutkan di sektor dibidang perikanan. Terutama perang terhadap illegal Fissing atau pencurian ikan di Indonesia. Sejak 2016 tercatat ratusan kapal  yang dibakar dan ditenggelamkan setelah berhasil disita karena melanggar hukum di Indonesia.

Meski pada awalnya kebijakan ini mengakibatkan anjloknya nilai pertumbuhan ekspor perikanan, namun tak butuh waktu lama pendapatan dari sektor perikanan Indonesia naik dengan drastis. Data statistik yang dipublish oleh situs databoks.co.id menggambarkan Ekspor ikan ke Amerika pada tahun 2015 anjlok. Namun itu tuntas pada 2016, dimana per Juli 2016 nilai ekspor meningkat menjadi 7,84 persen melebihi nilai ekspor pada tahun 2015 seperti bisa kita baca pada statistik dibawah ini.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) perikanan hingga Agustus 2016 mencapai Rp 279,7 miliar, melonjak lebih dari seratus persen dibandingkan pada 2015. Capaian ini juga lebih tinggi dari posisi 2014. Hingga akhir 2016, total PNBP perikanan diperkirakan akan mencapai Rp 300 miliar.

Lonjakan PNBP perikanan 2016 merupakan dampak dari moratorium kapal-kapal eks asing dan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan lainnya. Semua PNBP tersebut merupakan hasil setoran dari kapal ikan nasional. Selain itu, penghematan pemberian subsidi pembelian bahan bakar bagi nelayan juga turut menyumbang naiknya pendapatan bukan pajak sektor perikanan (katadata.co.id)

 

Kebijakan yang tegas dari Menteri Susi ini pun mulai berimbas ke berbagai daerah, imbas yang menguntungkan tentunya dapat dirasakan oleh provinsi-provinsi yang punya wilayah laut yang luas seperti Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, pada awal 2017 Provinsi Maluku Utara Misalnya mulai melakukan ekspor perdana ke Amerika. “Selama 20 tahun, Maluku Utara belum pernah ekspor ikan, tahun 2017 kita cangkankan kebangkitan perikanan Malut” Ujar Kepala DKP Prov. Maluku Buyung Radjiloen. Maluku Utara berencana mengekspor 16 Ton Tuna Saku ke Amerika. Begitu pula dengan Provinsi Maluku yang mulai melakukan Ekspor ke berbagai negara di Dunia.

Pemda-pemda yang selama ini tidak mampu berbuat apa-apa terhadap wilayah lautnya mulai melirik laut sebagai sumber pendapatan yang mampu menopang pembangunan daerah. Kebijakan kelautan oleh Ibu Susi mungkin bagi sebagian orang terutama para pengusaha yang selama ini menggeruk keuntungan tanpa berbagi dengan negara menjadi menakutkan. Maka di tangan Ibu Susi masa depan cerah Maritim indonesia terlihat cerah.

Sejahtera dari Laut. 

Infografik Potensi Laut Indonesia

Infografik Potensi Laut Indonesia

Dengan kondisi perikanan dan kelautan yang cerah saat ini, tak heran jika para nelayan yang selama ini bergantung pada kehidupan laut bisa bermimpi dengan baik, berbagai visi tentang kelautan yang berpihak pada nelayan selama ini mulai menjadi kenyataan. Potensi laut Indonesia jika dikelola dengan baik, maka efek yang dirasakan tidak hanya akan berdampak pada nelayan namun akan mengakibatkan efek yang sangat baik bagi setiap orang yang berhubungan dengan laut.

Kebijakan menteri susi mensejahterakan nelayan

Kebijakan menteri susi mensejahterakan nelayan

Untuk melihat lebih banyak data dan perkembangan terkait sektor kelautan dan perikanan bisa mengakses situs data statistik indonesia di databoks.co.id, karena kebijakan-kebijakan yang menguntungkan maupun yang terjelek dapat dibaca dengan gampang melalui statistik.

Lalu apa hubungannya kota tengah lautan dan kebijakan Penegakan Hukum Ibu Susi dalam memberantas Illegal Fishing pada awal tadi? Rupanya kebijakan ibu susi tersebut sangat-sangat berimbas terhadap kota tengah lautan. Foto Satelit Nasa pada tahun 2016 menunjukkan bahwa hampir 90% kota tengah lautan telah menghilang. Kapal-kapal yang berlabuh dan melakukan penangkapan ikan di laut arafura entah dikemanain oleh pemiliknya. Mungkin mereka takut jika harus menghadapi Tegasnya Ibu Susi dalam memberantas Mafia Perikanan di Laut Indonesia.

Dari foto satelit malam tahun 2016, dapat kita lihat kota tengah malam yang diceritakan diatas berkurang sangat drastis. Berkurangnya kapal-kapal ini akibat kebijakan Penegakan Hukum oleh Ibu Susi, yang membuat para pencuri ikan  terpaksa harus berpikir ulang untuk mereguk keuntungan di laut indonesia.

Kota tengah laut Berkurang drastis

Kota tengah laut Berkurang drastis

 

Satu langkah awal yang sangat baik telah dimulai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bangkit dari laut.

 

Catatan:
Sumber Data Statistik: databoks.co.id

<p>Aba dari Nadi, pecinta senja, jalan-jalan.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *