Duet Kelompok Musik Sawat (Islam) dan Totobuang (kristen) di Gong Perdamaian Ambon pada saat acara Festival Orang Basudara, di Maluku

Tentang Keberagaman

Kesalahan orang-orang yang mengaku pejuang pluralisme adalah mereka bersusah payah mencari kesamaan-kesamaan dalam hal apapun untuk terlihat baik.

Sedangkan orang-orang yang beragama lalu menjadi radikal dalam membela agama mereka justru menganggap kebenaran cuma satu dan mutlak, bahwa  yang berbeda haruslah disingkirkan sehingga cuma ada satu kebenaran absolut sehingga semua menjadi lebih baik.

Namun, mereka sama-sama lupa bahwa perbedaan adalah rahmat; perbedaan biar bagaimanapun dan sampai kapanpun tidak bisa dicocok-cocokkan, disama-samakan hanya agar terlihat baik. Atau memusnahkan yang berbeda sehingga berharap menjadi lebih baik.

Berbeda tetaplah berbeda, Tuhan sudah menciptakan perbedaan-perbedaan itu, tugas kita adalah mengelola setiap perbedaan itu, menjaga agar yang berbeda tetaplah berbeda bukan diseragamkan menjadi satu kebenaran tunggal atau dicari-cari kesamaannya; karena dengan begitu maka perbedaan baru bisa menjadi ‘Rahmat” bagi sekalian alam bukan berubah menjadi ‘Bencana’

Atau kata om tero “Di Malùku dan dimana saja, akar konflik beragama itu bukanlah keyakinan agama, tetapi ketidakmampuan memahami perbedaan“. salam.

<p>Aba dari Nadi, pecinta senja, jalan-jalan.</p>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *