Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Menatap Asean Blogger & NgopiKere dari Luar Jawa

Menatap Asean Blogger & NgopiKere dari Luar Jawa

Jika tulisan ini dianggap untuk meramaikan kerusuhan asean blogger vs ngopi kere maka anggaplah begitu saja. Jikapun cuma dianggap tulisan iseng, maka anggaplah begitu saja lah. terserah.

Asean Blogger dan Ngopikere dua event blogger memang mendadak ramai di linimassa twitter bahkan juga tulisan-tulisan blog yang berkembang ke komentar2. Dua Event yang diadakan bersamaan memang mengundang pemikiran-pemikiran nakal dan penilaian  banyak orang menilai bahwa ini dua event yang saling perang tanding. Saling bersaing meski ini disangkal habis-habisan oleh pentolan-pentolan dua event ini, tapi kalo bagi aku, dua event ini emang saingan sih *dibacok* saingan tentang event siapa yang lebih bernilai “blogger”, dari acara sampai apapun memang aromanya begitu. Menolak? yah terserah nuh kaka. Suasananya emang malah tercipta begitu kok meski tanpa sengaja :D

Tapi, pada setiap ucapan emang kalo ga ada tapinya itu ga enak, Tapi pada akhirnya, saya pribadi merasa sepi dengan keriuhan dua event besar ini, dua event yang menghadirkan tetamu blogger-blogger kawakan maupun blogger baru di dua tempat. Event yang kalo dibaca2 begitu menggoda untuk menikmati dua acara tersebut (karena saya dari luar jawa dan sangat sekali ingin ketemu dengan teman-teman blogger di Asean Blogger maupun Ngopikere). Saya akhirnya datang ke Asean Blogger dan tidak ikut ngopikere. bukan apa2, di dua kegiatan ini saya tidak menemukan apa-apa yang bermanfaat bagi saya pribadi yang dari ambon. Dua kegiatan ini boleh ramai tapi kehilangan maknanya bagi saya pribadi.

Di hari pertama Asean Blogger pada mulanya saya menyadari kehilangan sebuah semangat blogger bernama “solidaritas” yang pernah membuat saya begitu bangga sebagai bagian dari Keluarga Blogger Indonesia.  Asean Blogger seperti dari awalnya di Bali dengan sponsor dari pemerintah, maka mau tidak mau akan menjadi corong bagi pemerintah. Jangan dikrtik apalagi dinyinyiri, sponsor punya hak untuk menentukan bentuk akhir dari sebuah kegiatan. Ada target-target yang harus dicapai. Maka Asean Blogger yg jelas buatan pemerintah tentu mempunya target untuk menggolkan tujuan dari kemenlu yang sedang rame-ramenya memaksa negara ini memasuki pasar bebas dengan membentuk Komunitas Asean. Maka hasil akhirnya adalah blogger mau untuk mendukung hal ini. Dengan munculnya Deklarasi Spirit Of Solo yang pada awalnya pengen saya nyinyiri (hihihihhi) tpi akhirnya ga jadi karena hal itu tidak penting bagi blogger. Cuma penting bagi Pemerintah saja. Blogger yah cukup datang, kopdar dikasih makan kemudian setuju, Sudah. Ga usah banyak macam iya to?.

Kemudian beberapa saat saya menaruh harapan untuk NgopiKere, namun saya ketika memantau perkembangan linimasa twitter dan  beberapa tulisan postingan, saya malah jadi berasa aneh sendiri. Serius. #ngopikere pada akhirnya bagi saya semacam tempat kumpul blogger2 sepuh yang mencari ketenangan batin di lereng pegunungan, sambil menikmati secangkir kopi sambil cerita masa2 lalu. #haih Seakan semangat blogger yang dulu-dulu itu menghilang, semangat untuk menjalin berbagai hal untuk kemajuan dan hal-hal yang lebih baik di seluruh indonesia.

Kemudian ketika suasana agak memanas sedikit dengan saling melempar nyinyir di linimassa twitter. Beberapa blogger yang ga tau melihat hal ini kemudian ada yg bercita-cita membuat event blogger yang bener2 ‘blogger’ yang datang tanpa seminar-seminar atau diskusi (antitesis asean blogger) cuma datang kemudian pergi, pokoknya kopdar tok! ga ada lainnya. Membaca begitu saya merasa terjadi kemunduran besar-besaran. ketika dulu semua orang bertepuk dada sambil mengatakan blogger adalah “suara baru indonesia”, kemudian membatasi dirinya sendiri, seakan-akan setelah banyak sekali blok-blokan hasil warisan para tetua dulu-dulu maka blogger baiknya masuk kembali ke dalam tempurungnya.  😀

Melihat keriuhan Asean Blogger dan Kemapanan #ngopikere serta banyak hal belakangan ini saya jadi termenung sendiri, di sudut negara ini saya melihat teman-teman Blogger Flobamora mati-matian menggalang bantuan pengungsi rokatenda, tidak hanya menggalang bantuan, mereka turut menyalurkan bantuan-bantuan tersebut dengan meninggalkan kepentingan pribadi mereka. Blogger menjelma sebagai relawan yang harus miris melihat pengungsi Rokatenda terlupakan oleh negara. Atas nama blogger mereka menulis di blog mereka. melaporkan kegiatan-kegiatan mereka, dan memikirkan bagimana agar pengungsi bisa mandiri tidak hanya sekedar mengharap bantuan.

Di Kalimantan, @timpakul dan teman2nya bersusah payah menolak pertambangan batu bara di kota mereka. di perbatasan Malaysia – Indonesia, Border Blogger Borneo dimotori oleh Alex Komering berkutat dengan permasalahan-permasalahan warga perbatasan, mengajarkan bagimana warga untuk menyalurkan aspirasi mereka. Menjaga warga untuk tetap cinta dengan Indonesia meski dengan kondisi internet yang sangat kekurangan mereka tetap berusaha untuk memperjuangkannya. Atau saja di Aceh, Blogger Aceh sedang giat-giatnya membangun kembali negeri mereka setelah hancur oleh DOM bertahun-tahun dan juga Bencana Tsunami.

Dari Ende, Kalimantan sampai di aceh sana. Ada satu kesamaan yang membuat mereka tercatat. Mereka Blogger dan tergabung dalam komunitas-komunitas Blogger dan paling penting mereka berjuang SENDIRI. Tanpa solidaritas yang pernah tercatat sampai blogger merasa bangga karena punya kekuatan-kekutan yang bisa diperhitungkan. Kasus Prita mungkin adalah catatan emas sejarah blogger negeri ini. Namun sekarang itu semua cuma mimpi. Blogger-blogger di daerah silahkan berkutat dengan koneksi yang lelet atau segala gerakan sosial yang membuat jiwa kalian terpanggil. Karena mungkin di Jawa sana, masalah2 itu sudah tuntas dan mereka punya banyak waktu untuk saling bertempur secara diam-diam.

Catatan: eserius, sampe sekarang itu saya masih bingung kenapa kalian di jawa sana itu bisa tercipta blok-blokan begitu, jangan-jangan kalian sendiri tidak tau kenapa terjadi blok-blokan tapi secara tidak sadar malah masuk dalam golongan ini golongan itu. ah kasian sekali.

Salam.

 


Leave a comment