jokowi dan indonesia timur

Jokowi dan Indonesia Timur

Jokowi Effect, begitulah orang menyebut fenomena kemenangan Jokowi di Pilkada Jakarta beberapa minggu lalu sekaligus gerakan-gerakan hebat Jokowi setelah di lantik. Media mengejar Jokowi hampir pada setiap detik pergerakan beliau, apa yang dilakukan oleh jokowi dalam satu buah gerakan tangan bisa memunculkan ribuan berita yang fenomenal dan membuat orang terperangah. Setelah itu entah jatuh cinta kepada Jokowi atau mencibir tapi hampir dipastikan pasangan Jokowi dan Ahok ini menuai banyak sekali simpati dari 8 penjuru mata angin di Negara ini. Rakyat, Pejabat dan siapapun mulai jatuh cinta sama Jokowi.

Banyak orang bilang kita merindukan pemimpin seperti Jokowi yang hebatnya lagi berduet dengan Ahok. bisa saya pastikan bahwa Jakarta – setelah Solo dan Belitung – menjadi daerah yang sangat beruntung di pimpin oleh orang-orang itu, banyak rakyat di daerah lain merasa iri terhadap Jakarta karena menginginkan pemimpin seperti Jokowi. Mungkin kalo jokowi dibagi tidak akan habis untuk semua daerah di negara ini. Pokoknya Jokowi ada maka presiden telah menjadi orang nomor kesekian.

*lah ini malah bahas Jokowi* Jadi ini memang tidak jauh-jauh dari Jokowi Effect yg menggila itu, beberapa waktu belakangan ini kebetulan saya sempat blusukan ke beberapa tempat yg lumayan jauh dari sumber informasi. Jelasnya sudah lama sekali saya memutuskan untuk tidak menonton tivi-tivi indonesia – berita pun sesekali – sumber informasi terbesar saya adalah internet. Beberapa media nasional online saya bookmark dan sering saya baca hanya sekedar menyeimbangkan pemberitaan biar agak jelas dikit (meski isi berita sama tapi sudut pandang kadang beda).

Nah ketika di Manokwari, Papua Barat dan di  Tual, Maluku Tenggara.  Ketika ga ada kerjaan saya sering ngobrol ngalor ngidul dengan beberapa warga, apalagi untuk Maluku yang sudah mendekati pesta demokrasi untuk Pilkada 2013 ini. Obrolan ngalor ngidul yang kadang2 berakhir ke obrola politik khususnya calon-calon gubernur masa depan. Hebatnya perbandingan menarik yg selalu di gunakan warga adalah tentang Jokowi dan calon pemimpin Maluku masa depan. Dengan pemberitaan media televisi yg aku ga tau seberapa masif – karena jarang nonton – warga di pelosok-pelosok mulai mengenali bagaimana tipe pemimpin yang mereka harapkan.

Pada satu sisi, saya membagi 3  pendapat mengenai Jokowi dan calon pemimpin masa depan Maluku. Satu; pada tingkatan Anak Muda, rata-rata begitu antusias membicarakan fenomena Jokowi dan ingin berharap pada satu titik ada calon atau pemimpin yang setidaknya menyamai Jokowi.  Dua; ada tingkatan generasi Tua. Meski mereka dibuat kagum dengan gaya kepemimpinan begitu, namun di satu sisi akhirnya mereka lebih memilih untuk melihat calon-calon terbaik menurut mereka yang ada di sekitar itu. Yang ketiga; ini bukan pendapat tapi pemikiran para calon-calon pemimpin Maluku ke depan, mendekati Pilkada tahun depan, Jokowi Effect melanda mereka. pada beberapa calon yang maju terlihat pola adopsi kampanye ala Jokowi  – entah berupa upaya mendekati masyarakat dengan ngopi-ngopi, nongkrong ataupun hal lain terlihat jelas – atau bisa juga dengan mempergunakan atribut-atribut ‘mirip’ Jokowi dan berharap apa yg di pakai akan di asumsikan orang sebagai jelmaan seorang Jokowi itu. Tapi sayang mereka lupa bahwa rakyat makin lama makin pintar dan tidak mudah di bohongi oleh pencitraan-pecitraan tersebut.

Kaum muda, seperti di daerah manapun mungkin menyimpan sebuah kegundahan bersama, ketika mereka sudah muak dengan segala kebohongan yang di pertontonkan oleh pejabat negeri ini. Dan Jokowi memberikan secercah harapan meski terlihat samar dan jauh tapi setidaknya orang macam Beliau lah menjadi dambaan dan tipe pemimpin Ideal sekarang ini bagi semua orang yang ingin perubahan. Jika pun besok nanti Pilkada Maluku  mungkin akan mengangkut banyak GOLPUT ataupun jika ada seorang terpilih maka saya tidak yakin itu merupakan sebuah pilihan yang benar-benar baik. Ketika Jokowi menggoncang negara ini dengan gaya ‘unik’nya. Maka harapan untuk memiliki orang seperti jokowi pasti ada. Namun jika tidak ada maka yah terima saja apa adanya.

Setidaknya Jokowi sudah mengirimkan pesan jelas kepada Rakyat Indonesia. Bahwa apapun itu, pimpinan yang mau dekat dan mengerti rakyatlah yang akan dicintai oleh rakyat. Bukan mereka2 yang hanya sekedar pecitraan belaka.

Aba dari Nadi, pecinta senja, jalan-jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *