Selamat Ultah, Aceh Blogger ke-5

Assalamu’alaikum hai aneuk hai aneuk nanggroe, saleum bak kamoe samua barada.. *

Sepenggal lirik Saleum Aneuk Nanggroe dari Rafli mengiringi saya ketika membuat tulisan ini, lagu yg dikirim beberapa tahun lalu oleh salah Alex Hidayat salah satu blogger aceh dulu. Ketika menyebut Aceh, sebuah negeri yang lekat dengan julukan “Serambi Mekah” di ujung Barat Indonesia sana maka isi kepala saya sebelumnya akan otomatis menjawab “Kopi Aceh, Tsunami, GAM” dan beberapa tahun terakhir ini list itu ditambah dengan “Blogger2 Radikal Bumi Rencong“.

Kesan saya tentang teman2 blogger Aceh memang begitu, ‘Radikal‘, di KBBI radikal di artikan sebagai “(sifat) amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan, dsb)” tapi dalam kepala saya, radikal blogger2 Aceh bukan hanya seperti itu, pengenalan saya terhadap Aceh mungkin hampir seperti orang lain pada mulanya, Aceh adalah tempat Gerakan Aceh Merdeka, Islam yang sangat kuat, inong-inong yang punya semangat baja namun tentus saja manis2 keturunan Cut Nyak Dien pahlawan wanita gagah berani itu.

Dan kadang secara tidak langsung, saya yang kebetulah lahir dan besar di Maluku merasa memiliki satu kedekatan yg ‘aneh‘ dengan Aceh, jika di list, maka terdapat beberapa titik persamaan nasib seperti GAM di Aceh sedang di Maluku ada RMS, GAM dan Tsunami – mungkin – telah memporak-porandakan Aceh baik secara struktural maupun jiwa. Sedang di Ambon bencana Kerusuhan tahun 99 ikut meluluh lantakkan Maluku juga.

Namun tidak hanya itu, Aceh secara historis sudah menjadi saudara dari Barat untuk Maluku di Timur. Sejarah telah mencatat, Sultan Ternate ke-23, Sultan Khairun Jammil (periode 1534-1570) ketika melawan Portugis telah membangun persekutuan dengan Aceh. Melalui Aceh sebagai perantara Sultan pun kemudian menjalin hubungan dengan kekaisaran Turki Usmani musuh Portugis di Eropa darimana ia memperoleh persenjataan, meriam-meriam dan cendekiawan yang didatangkan ke Ternate. Dan kemudian di lanjutkan oleh Sultan Babullah anak dari Sultan Khairun untuk membentuk Persekutuan Aceh – Demak – Ternate yang merupakan simbol persatuan nusantara karena ketiganya sebagai yang terbesar dan terkuat di masa itu merangkai wilayah barat. tengah dan timur nusantara dalam satu ikatan persaudaraan, mewujudkan kembali persatuan nusantara sejak keruntuhan Majapahit. (wiki)

Kembali ke topik. #eh sebutan ‘radikal’ untuk teman-teman Aceh bagi saya bukan hanya sebuah sebutan bahwa mereka sering protest kepada pemerintah Indonesia yang seperti kacang lupa kulit, untuk masalah2 ini silahkan anda baca-baca di banyak artikel ataupun postingan teman2 blogger aceh. Namun ke-radikal-an mereka tidak sebatas itu, teman-teman Blogger yang kemudian membangun sebuah komunitas blogger yang di beri nama Aceh Blogger Community atau ABC. (untuk sejarahnya bisa di baca disini) Yang kemudian bergerak secara massif, tidak hanya sekedar kritik ataupun menulis, turun langsung dan berinteraksi dengan warga dalam kegiatan-kegiatan sosial sudah banyak di lakukan.

Aceh sekarang adalah Aceh yang baru bangkit kembali setelah porak poranda akibat beberapa ‘musibah’, dan saya sangat bangga bahwa ABC bagi saya pun ikut turut serta menuliskan ‘Sejarah‘ baru bagi aceh baru sekarang ini. Penyelamatan konten lokal aceh dilakukan dan di tuangkan dalam bentuk acehpedia.org salah satu website wiki daerah yg menurut saya terbaik sampe sekarang, atau bagimana menyimak tulisan teman2 ABC tentang aceh masa kini. Tidak terhitung banyaknya informasi yang membuat saya semakin cerdas ketika media nasional membuat berita seakan mendiskreditkan Aceh. Maka pasti teman2 aceh akan menjelaskan dengan obyektif (meski blogger punya subyektif sendiri) tapi bagi saya selama ini teman-teman ABC sangat obyektif menilai tidak hanya sekedar menulis . Dan saya akui ingin belajar banyak dari mereka tentang komunitas, tentang menulis, tengtang membangun daerah melalui blog ataupun media lainnya.

Hari ini adalahUlang tahun ke 5 Aceh Blogger Community atau ABC – padahal ABC ini bisa juga di artikan Arumbai Blogger Community ato Ambon Blogger Community, tuh kan sama kan :) ) – sebuah proses belajar yang bagi saya sangat panjang, tabungan masalah dan solusi selama 5 tahun sudah pasti makin banyak yang bisa membuat tiap komunitas makin berkembang dan maju dan mungkin saja bukan untuk kita tapi untuk generasi kita. Jika sebelumnya Motto Ayo Menulis Aceh di Internet! maka sekarang adalah sebuah gerakan radikal baru, sebuah kepedulian untuk generasi mendatang yakni Semangat #1Blogger1Book

Selamat ulang tahun Aceh Blogger. Tetaplah membuat ‘Sejarah’ Aceh hari ini, esok dan nanti. Tomma Maju!

Father, Blogger.

Leave a Reply