Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam

12 Jul Posted by in Ambon, Maluku, Ocehan | 18 comments
Surat terbuka buat Om Richard dan Om Sam

Om Richard & Om Sam Latuconsina yang terhormat, ini surat pertama dan semoga bukan yang terakhir saya tulis buat om berdua. meski ga ingin nulis juga tapi rasanya ga enak kalo tidak dikeluarin apa yang melintas dipikiran terus menerus beberapa waktu ini. Om berdua, saya pernah membaca sebuah surat terbuka kolumnis Art Buchwald  ketika Richard Nixon menjadi Presiden Amerika Serikat. Buchwald mengatakan, ”Pak Presiden, dengan surat ini saya ingin menyampaikan kepada Anda bagaimana cara memimpin negara. Berbahagialah Anda karena saya tidak memungut biaya sama sekali untuk nasihat yang saya berikan, sebab saya merasa bahwa sudah menjadi tugas saya sebagai warga negara untuk membantu Presiden mengatasi pelbagai masalah yang muncul hari ini.”

Saya bukan Art Buchwald, saya bukan kolumnis hebat yang setiap tulisannya ditunggu oleh ribuan orang pembacanya yang mengidolakan dia. Saya hanyalah salah satu diantara penghuni kota Ambon ditandai dengan KTP sebagai syarat untuk menetap di sebuah kota dalam negara ini. Meski di pemilihan kemaren saya ga mencoblos Om berdua, bukan apa2 hanya karena saya tidak mendapat undangan untuk memilih saat pemilihan itu. *curcol* akan tetapi saya sama juga dengan Art yang tidak memungut biaya atas surat ini, meski hanya ongkos ganti prangko karena surat ini sudah tentu tidak dikirim lewat pos.

Om Richard dan Om Sam, mumpung Om berdua masih belum sibuk karena masih menanti pelantikan menjadi Walikota dan Wakil walikota Ambon periode ini, sangat kebetulan sekali sehingga jelas Om berdua seperti kata2 iklan “fresh from the oven” alias masih hangat untuk memulai sesuatu, Saya tau program pembangunan kota ini mungkin sudah om berdua pikirkan sejak baru berniat mencalonkan diri, atau saat2 memulai kampanye atau bisa saja belum dipikirkan nanti apabila sudah sah baru mulai dipikirkan cara2 membangun kota ini lebih baik . Maaf saya ga membahas program & janji2 yang disertakan saat kampanye kemaren. Akan tetapi untuk sedikit saran, saya meminta Om berdua melupakan asal beragam partai politik yang mendukung anda karena Om berdua sudah mendapatkan amanah untuk memipin negeri ini, Om berdua sudah bukan lagi utusan partai dan pengikutnya. Sekarang Om berdua adalah upulatu bagi warga kota ini. Baik dan buruknya kota ini ada ditangan anda. Beta memimpikan Om berdua menjadi seperti Pak Jokowi yang menjabat sebagai Walikota Solo yang dicintai oleh rakyatnya. Karena saat ini, pemimpin yang dicintai oleh rakyat dan mau berkorban untuk rakyat dengan ikhlas dan tulus sangatlah susah mesti bukan mustahil. Yang dilakukan Pak Jokowi di Pulau Jawa sana mungkin bisa kita ambil pelajarannya, seperti dikutip dibawah ini :

Di bawah kepemimpinannya, kota Solo mengalami perubahan yang cukup pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java“. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. – Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008“

Jelas, saya tidak menuntut Om berdua untuk melakukan seperti pak Joko Wi di Pulau Jawa sana. Ambon dan Solo adalah dua kota berbeda yang butuh penanganan berbeda pula, tapi yang mungkin bisa diambil dari Pak Joko adalah beliau membangun Solo dengan cita rasa Solo, beliau tidak membangun Solo dengan impian modern tapi melupakan akar dimana beliau berpijak. Ambon pun setidaknya bisa membangun dengan cara seperti itu, mungkin saja terlihat kampungan akan tetapi dengan berpijak kepada akar untuk membangun sebuah kota maka pasti akan terasa lebih bermanfaat dari pada mengikuti setiap proyek prestesius tapi tidak dirasakan dampaknya kepada rakyat secara lansung, ada manfaatnya tapi nanti hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang saja.

Om Richard dan Om Sam,  Semua orang butuh pembangunan di negeri mereka untuk menjadikan semuanya lebih baik, akan tetapi pembangunan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat disitu juga. Apa jadinya pembangunan berbagai macam gedung2 mercusuar kalo orang ambon tidak bisa ikut menikmati, apa jadinya jika setiap pembangunan membuat orang ambon berdiri takisu dipinggir jalan jadi penonton, kebanggaan apa lagi yang bisa kami miliki jika semua yang ada dikintal kota ini milik orang lain.

Dulu pernah ada mimpi ambon cyber city, ada mimpi ambon water front city dan beragam mimpi yang hanya menjadi mimpi disetiap benak orang ambon, ketika bangun maka mimpi itu sudah tertindis oleh mimpi lain pula. Sekarang bagi beta sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi untuk membangun ambon selain bekerja keras dan melakukan re-branding Ambon Manise, bagi beta, sebutan Ambon Manise itu masih bermakna dari dulu, sekarang dan sampai kapanpun juga. Ambon Manise bukanlah sebuah slogan kosong dari para calon wakil rakyat untuk membuai rakyat. Ambon manise adalah slogan dari hati orang ambon untuk orang ambon juga, didalam kata2 “Ambon manise” sudah mencakup berbagai hal untuk menjadikan Ambon lebih baik. Beberapa Contoh saja Ambon bisa manis jika filosofi “basudara” dipelihara terus-menerus dihati orang maluku. Dengan filosofi ini orang ambon selalu berperilaku ramah karena menganggap semua orang adalah saudara, sehingga bisa saja setiap konflik2 kecil yang muncul akan tetapi membesar di media yang menjadikan Ambon seperti kota konflik menjadi semakin hilang.

Mungkin Filosofi “kintal” bikin kota ini menjadi lebih indah & bersih karena semua orang menganggap kota ini adalah kintal mereka, dan “beta pung kintal” adalah perasaan memiliki dan menjaga yang sangat besar artinya bagi orang ambon sehingga semua orang ingin menjaga dan membangun apa yang dimiliki oleh mereka tanpa terpaksa. Dan masih ada banyak kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat kita gunakan untuk membangun Ambon lebih baik dan tidak ketinggalan jaman, orang tatua dolo saja sudah bilang Lawamena Haulala alias maju terus pantang mundur. Orang tatua pasti tidak ingin ambon menjadi terbelakang, orang tatua pasti ingin cucu-cucunya maju dalam segala hal dan kenapa harus kita sampingkan? Jelasnya masih banyak local wisdom yang bisa digunakan untuk membangun kota ini selain teori2 pembangunan kelas kakap dari luar.

Om Richard & Om Sam, Jika beberapa saat lalu ambon masih dibebani dengan peninggalan konflik itu, maka sudah saatnya untuk membangun kota ini tanpa memikirkan soal itu lagi, sudah cukup lama ambon mendapat stigma “kota konflik”  maka sekarang adalah awal yang paling baik untuk membangun ambon. Di tangan om berdua yang pasti sangat gaco dan memahami isi kota ini. Ada sebuah kutipan di Amerika “Roosevelt memberi bukti bahwa orang bisa menjadi presiden seumur hidup; Truman memberi bukti bahwa semua orang bisa menjadi presiden; dan Eisenhower memberi bukti bahwa kita tidak memerlukan presiden.” dan pertanyaan terakhir Om Richard dan Om Sam akan memberi bukti apa?

Horomate.

ttd.

Almascatie

 

[Richard Louhenapessy & M.A.S Latuconsina adalah Walikota & Wakil Walikota terpilih periode 2011-2016 dengan perolehan suara 23,91 %, akan tetapi golput dikota ini mencapai 36,71 % sumber : pilkadaambon.co.cc]

 

18 comments

  • giewahyudi says:

    Wah walikota baru Ambon ya..
    Semoga menjadi The Spirit of Ambon..

  • almascatie says:

    @gie
    iyah walikota baru.. tapi udah dilantik ato belom yah.. ga tau saya =))

  • ANA TANA says:

    Kaka e. Ade bisa bilang apa2 sadiki? Beta rasa dan pikir, sediki, kurang, byak, labe dong tetap akan mengakomodir kepentingn partai dan para donatur atau siapapun yang punya kontribusi dalam PILKADA. Pa jokowi tuh figure yang peluang katong mendapatkan pemimpin kaya begitu 10 : 2. Tapi yang pasti beta jua punya harapan karena seng tau mau menunggu sampai kapan menemukan Upulatu yang Puritan. katong berdoa, membantu, memberi perhatian terhadap kinerja kepemimpinan Bapa 2 ini. krna Tana pung bagus jua semua pung tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, BEBAS KEPENTINGAN.
    PURITAN

  • almascatie says:

    @Ana Tana

    Beta rasa dan pikir, sediki, kurang, byak, labe dong tetap akan mengakomodir kepentingn partai dan para donatur atau siapapun yang punya kontribusi dalam PILKADA. Pa jokowi tuh figure yang peluang katong mendapatkan pemimpin kaya begitu 10 : 2.

    kalo soal konstribusi pilkada itu su tar bisa bilang lai.. pasti ada dan seng bisa dibale.. tapi yah sapa tau perubahan terbaik bisa muncul saat ini.

    Tapi yang pasti beta jua punya harapan karena seng tau mau menunggu sampai kapan menemukan Upulatu yang Puritan. katong berdoa, membantu, memberi perhatian terhadap kinerja kepemimpinan Bapa 2 ini. krna Tana pung bagus jua semua pung tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, BEBAS KEPENTINGAN.
    PURITAN

    sepakat..:)

  • si.tam.pan says:

    eh, saya pemilu kemarin juga ndak dapet undangan nyoblos lho. padahal sudah bela2in pulang ke udik buat jadi warganegara yang baik dan benar 😛

  • aRuL says:

    dear Ambon jangan mencontohi makassar ya,
    Jadikan Ambon benar2 kota cantik bukan hanya dengan bangunannya tapi dengan kepribadian warga dan kesejukan dalam kota 🙂

  • almascatie says:

    @Joe
    buset namamu om.. =))
    saya nunggu undangan ga dapet2 om 😀

    @Arul

    dear Ambon jangan mencontohi makassar ya,
    Jadikan Ambon benar2 kota cantik bukan hanya dengan bangunannya tapi dengan kepribadian warga dan kesejukan dalam kota

    aminnn…

  • indobrad says:

    selamat untuk pemimpin baru. semoga bisa menjangkau lebih jauh daripada sekadar prihatin…

  • Ichal says:

    Iyo sama beta lai zeng dapat undangan par coblos… parah eeee……………

  • sayangnya…saya harus sepakat sama Arul..
    🙁

    semoga Ambon tidak seperti Makassar yang mengejar modernitas tapi semu. hanya ada di permukaan, hanya ada di penampakan saja, padahal inti dari sebuah kota yang nyaman berangsur2 hilang..

  • almascatie says:

    @Bang Brad
    aminn… semoga mereka bukan dari pemimpin prihatin dan orba 😀

    @Daeng
    tanda2 ke arah itu udah ada bang 🙁 makanya rasa hati ini kok makin sedih begitu

  • sibair says:

    Dear kota ambon,

    Saya benci sama penulis blog ini, sungguh saya benci.. penulis blog ini selalu memamerkan foto-foto indah kotanya. Saya tau saya belum sanggup pergi ke kota sang penulis. Tapi saya mohon jangan memamerkan foto keindahan ambon ke saya. Saya ngiri pengen kesana.

    Salam hangan,
    sibair

  • Adda says:

    Ambon yang indah, semoga tetap berpijak pada akarnya,tetap maju dan modern tanpa kehilangan jati dirinya

  • almascatie says:

    @sibair
    *cc suratnya ke Dinas terkait*

    @adda
    makasih pak.. salam kenal 🙂

  • gajah_pesing says:

    Saia sampe terpesona akan foto ambon jaman dahulu kala, masih cantik dan sangat cantik, asri hingga sedap dipandang mata.
    Mengenai surat untuk presiden, pak pos-nya ndak salah kirim alamat kan? Berharap bapak presiden membaca surat ini 🙂

  • almascatie says:

    @gajah
    😀 saya ga ngirim buat presiden soal e. buat tetangga saya disebelah ini mas 😀

    Ambon dulu bagus, sekarang ajur.

  • Ceritaeka says:

    Selain Solo, ada Bupati Purwakarta yang menurutku bagus juga lho Bung 🙂

  • Jajat says:

    Jadilah Ambon dengan ciri khas ke-ambonannya. Semoga jaya dan damai.


Leave a comment