Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman

Maluku : Mahalnya sebuah rasa aman

karena “aman” adalah bahasa uang, maka keamanan adalah kata sakti yang harus dipungut demi remah-remah pembangunan yang masih tak juga adil…

Permasalahan keamanan negeri ini adalah salah satu isyu yang paling mendasar, mengalahkan kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, korupsi, kolusi, nepotisme pendidikan dan lain-lain, isyu keamanan menjadi sedemikian penting ketika berhadap-hadapan dengan dunia luar, bagaimana momok RMS masih dijadikan bahaya Laten yang menghantui rakyat maluku bertahun-tahun tiada habisnya, bagaimana konflik-konflik antar pemuda yang mungkin dapat terjadi dimana saja, menjadi headline berita yang dengan pengaruh media massa menjadikan citra ketidak amanan, bagaimana konflik antar desa yang berjalan bertahun-tahun bahkan tidak hanya bertahun-tahun tapi sudah memakan ratusan tahun tidak pernah terselesaikan.

Ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar bahwa apa yang salah dari “keamanan negeri ini”, bagaimana kami orang maluku dapat bertahan hidup dalam suasana penuh ketidak amanan, bagaimana kami bisa hidup dalam negeri yang setiap saat dapat terjadi perkelahian, kerusuhan dll seperti yang ditulis dan dibaca oleh media masa.  Ataukah orang maluku yang sejak dulu terkenal keras sudah tak bisa membuat aman daerahnya sendiri.

Bagi saya, masalah keamanan hanyalah tergantung dari sudut pandang, bagaimana anda melihat kami rakyat maluku, bagaimana anda menilai diri kami apakah sebagai yang tertera di lembar-lembar media ataukah anda ingin melihat kami sebagai manusia. Sebagai contoh tawuran antar pemuda dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan itu tidak terbatas di Maluku, di tempat anda pun dapat terjadi, di Jakarta, tawuran antar pelajar bisa setiap bulan terjadi, perkelahian apapun dapat terjadi. tapi di Maluku hal itu dapat menjadi berita besar, ada seorang teman yang dulu pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap media, “Aku malah tahu perkelahian yg berjarak beberap meter dari Rumahku itu dari berita di TV” begitu cepatnya media mem-blow up semuanya sehingga stigma kekerasan semakin melekat pada diri orang maluku.

Tapi, mungkin menyalahkan media dalam hal ini sangatlah tidak tepat, persoalan-persoalan kekerasan diMaluku yang dijadikan headline berita nasional, sehingga hadir stigma ketidak amanan itu bukan salah wartawan, ini adalah kesalahan berjamaah semua orang, Pemerintah, Aparat yang berwenang pun turut Andil dalam membuat lingkaran kekerasan ini, ketika jaman Soeharto saat sayah masih kecil, tingkat kekerasan yang terjadi  bagi sayah hampir sama dengan sekarang, cuma mungkin saat itu bagaimana mereka meredam konflik yang terjadi sehingga tidak meluas dan menjadi komsumsi publik.  Walaupun itu bukan kondisi ideal setidaknya kita bisa belajar untuk lebih mengelola setiap masalah.

Kondisi ini mengakibatkan timbul kesan bahwa pemerintah sengaja untuk terus membiarkan konflik-konflik laten dalam masyarakat itu berlansung, kesan tersebut muncul setelah setiap permasalahan selalu berulang-ulang walaupun sudah diupayakan perdamaian oleh pemerintah, hal-hal yang berkaitan dengan konflik hanyalah di ulik pada permukaan sahaja tanpa menyentuh akar masalah apapaun, sehingga jika pada saat ini konflik itu muncul dan dapat didamaikan hal itu tidak dapat menjadi jaminan bahwa tidak akan terjadi kembali.

Negeri ini seperti sedang dipermainkan oleh invisible hand yang tidak menginginkan setiap tidur rakyat maluku tidak nyenyak, entah untuk kepentingan siapa, Rakyat maluku seperti hidup diantara dua kutub ekstrem. Disatu sisi, tengoklah kehidupan mereka yang aman dan damai, konflik apapun yang terjadi tidak membuat goyah. Banyak hal yang lebih penting dari pada hanya sekedar mengurus masalah lain, korupsi, pendidikan yang semakin mahal, transportasi yang tidak becus, ketimpangan ekonomi dan lain-lain. Hal-hal ini yang hanya dibicarakan dan menjadi janji manis politikus untuk perbaikan kedepan. Di sudut lain, rakyat Maluku dibombardir dengan segala stigma yang mencoreng daerah ini dari setiap sudutnya dan sengaja melupakan apa yang Rakyat Maluku inginkan.

Semoga negeri ini tidak sedang dipaksa untuk terus memberikan jalan, membuka lebar setiap pintu rumah untuk dapat dimasuki oleh orang lain, dipaksa untuk membuat aman “kintal-kintal” rumahnya dan membiarkan nya dieksploitasi oleh orang lain, kekayaan negeri ini dicabut untuk dinikmati oleh orang lain dan kami terpaksa mengais sisa-sisa ampas sagu dari mata air.

Maluku kembali manis keadaan yang seperti ini yang harus dijaga sampai selamanya tak ada lagi acang deng obet, kami anak maluku manusia maluku yang otentiki yang membangun kemalukuan kami ditengah porak-porandanya reruntuhan.(“Ketika Badai Pergi” Smerlap, Marvia, ‘Zabin N Morika MHC)

 

[Photo  : “From Jailolo Bay Festival” | Asepp Yusuf Tazul Arifin | 2009]

 

40 comments

  • Maluku terkesan menjadi komoditi dalam semua aspek. Termasuk jadi sasaran empuk melakukan konspirasi sehingga sodara sodari di maluku dilekatkan pada stigma violence.
    Saya meyakini, disamping ini sarat dgn keterlibatan pihak asing, ini juga merupakan blunder dari salah urus tata kelola negara oleh penguasa bedebah.
    Salam damai, semoga tragedi2 itu bisa segera teratasi dg cinta.

  • Yapono says:

    Artikel yang menarik, sudah sebaiknya bagi orang luar Maluku untuk mengetahui secara benar dan Fakta, jangan asal Dompleng kata-kata kalau ngak pernah tahu secara pasti

  • Yapono says:

    Artikel yang menarik, sudah sebaiknya bagi orang luar Maluku untuk mengetahui secara benar dan Fakta, jangan asal Dompleng kata-kata kalau ngak pernah tahu secara pasti, silahkan lihat dan amati dari berbagai macam sudut pandang, bary akan didapatkan sesuatu yang mendekati kebanran, Bravo,

  • achoey says:

    kontribusi blogger Maluku seperti yang engkau lakukan lumayan produktif.Dengan menyebarluaskan berita baik di Maluku, menggalang persatuan di kalangan warga Maluku, dari mulai mereka yang blogger hingga komunitas yang lebih luas lagi

  • Om Almas, sebenernya gimana sih pandangan orang2 Maluku di sana soal RMS??

  • kalakay says:

    sebenarnya apa yang terjadi di maluku…. dan apa yang sebenarnya rakyat maluku inginkan…jadi penasaran.

  • edratna says:

    Saya belum pernah ke Maluku….terbayang keindahan alam nya, dan lautnya….
    Semoga ada kedamaian disini, sebetulnya yang membuat masalah hanya sekelompok orang…semoga mereka dibukakan hatinya, karena bagaimanapun seharusnya kita saling menghormati

  • ImamS says:

    Maluku…

    Peran media, terutama televisi, memang sangat dominan terhadap nilai pandang masyarakat kita.

    Karena masyarakat kita, kebanyakan, hanya belajar dari televisi.

  • almascatie says:

    @Pak Gaelby
    yang disesalkan adalah saat masyarakat kondisi sudah normal.. tapi stigma itu masih kuat terlekat dan susah dilepaskan.

    @Yapono
    itulah sudara.. terlalu banyak menilai dari luar sampe lupa intinya sama sekali di sini.

    @Achoe
    ahahahaha… setelah sekian lama hiatus tanpa rupa, disentil sama bang Enda Nasution jadi semangat lagi, tanggung jawab sebagai blogger mau tidak mau ada untuk terus memberikan alternatif bagi siapapun untuk melihat lebih obyektif.
    🙂

    @Adit
    hehehhe.. kalo soal itu nantilah aku tulis.. tapi pada intinya RMS di Maluku ini semacam hantu, tak memberikan konstribusi apa2 bagi rakyat Maluku, hanya sekedar lebih banyak menimbulkan konflik.. dan yang pastinya Rakyat Maluku menjadi korban, tertuduh.. Gajah berkelahi pelanduk mati ditengah.

    @Kalakay

    sebenarnya apa yang terjadi di maluku…. dan apa yang sebenarnya rakyat maluku inginkan…jadi penasaran.

    Kami hanya inginkan kehidupan yang baik, bagi kami, generasi kami, sekian lama kami tertinggal dalam segala hal.. perhatikanlah pembangunan negeri ini, dan pimpinan diatas, berhentilah bertikai menurut pembenaran kalian sendiri atas nasib Negeri ini.

    @Bu Edratna
    yah begitulah bu, sekolompok orang tapi dibikin pemerintah menjadi hal serius namun tak pernah tuntas diselesaikan.

    @Pak Imam
    korban dan yang dikorbankan kadang tak mengerti apa yang telah terjadi.

  • dina says:

    Saya lum pernah menginjakkan kaki ke maluku, berbagai konflik,pastinya yg susah orang kecil

  • Kakaakin says:

    Aku baru nyadar bahwa berita yang yang kudengar tentang Maluku selama ini hanya berkisar antara bentrokan dan kekerasan.
    Semoga kedepannya media bisa lebih arif dan berimbang dalam melakukan pemberitaan 🙂

  • manusiahero says:

    SALAM kenal om

    sangat disayangkn ih maluku dilihat sebelah mata dipandang tempatnya kerusuhan padahal di maluku mungkin banyak tempat yang nyaman untuk berpariwisata… jadi pengen kesana..:)

  • ysalma says:

    tetap menyebarkan sisi Maluku dari kacamata anak Maluku sendiri teman,, tanpa dinodai kepentingan apapun,, karena di Maluku dari dulu adalah surga rempah-rempah, laut dan banyak lagi kekayaan alam lainnya kali yaa..

  • Aulia says:

    semoga keamanan dan ketentraman selalu terjaga di sana. Amin

  • kakve-santi says:

    sebetulnya indah..
    tapi memang sedang panas..

    saya yakin orang2 maluku suka damai, hanya saja, tekad itu masih belum menyatu

  • aulawi ahmad says:

    semoga maluku kembali seperti dulu, aman dan damai selalu, tidak mudah terpancing provokasi pihak2 asing..amin, jadi inget sahabatku orang ambon, seneng bersahabat dgnnya, meski beda agama tapi kita sangat saling menghargai 🙂

  • almascatie says:

    @Bu Dina
    konflik udah selesai, kalo konflik dulu itu terhitung 2003 sdah beres.. tapi stigma daerah konflik tetap ada disini..

    @Pak Kakain
    yah itulah stigma yang terus dibebankan kepada orang maluku..
    aminnn….

    @ManusiaHero
    ahahha.. sangat banyak sekali, yang sudah dan belum terekspos pun banyak.. sail banda kemaren pun belum menjangkau semuanay.. semoga bisa kesini bro. hehheh

    @Bu Salma
    amin… itu menjadi cita-cita kami semua bu.. makasih.
    🙂

    @aulia
    makasih.. aminnn.

    @Kakve-Santi
    sedang panas? hehhee bkan sedang kok bu, udah adem.. sangat dingin malah, cuma dari luar tetep ae disemprot panas-panas begitu..

    @Pak Aulawi
    Rakyat maluku sudha bosan dengan kerusuhan, konflik, provokasi kok pak.. ini cuman stigma dari luar yg membuat “aman” itu terasa jauh sekali dari kami.

  • lyna riyanto says:

    saya sangat prihatin membaca ini
    Memang benar perlu kerjasama dan kesadaran semua pihak termasuk media agar kejadian dan masalah yg sama tdk terulang

    Saya ingin bertanya Bang, apakah di Maluku ada upaya di masyarakat untuk menggalang persatuan,jangan mudah terpancing isu,waspada terhadap gerakan RMS dll. Penting juga menumbuhkan jiwa ketahanan langsung dari unsur masyarakat hingga yg terkecil.

  • Anas says:

    Turut prihatin atas kejadian tersebut. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran kita, dan perdamaian yang terjadi selamanya abadi.. Amin..

  • Yari NK says:

    Saya sebenarnya adalah orang yg jarang menstereotipekan suatu suku ataupun kelompok. Bukannya nggak pernah sih. Namun begitu pada akhirnya sayapun harus bisa berfikir obyektif bahwa tidak mungkin kita menggeneralisasikan suatu suku ataupun golongan. Namun begitu, pasti ada keburukan dalam setiap individu masing2 yang mungkin saja karena faktor2 eksternal seperti kurangnya informasi, kurangnya pendidikan dan sebagainya sehingga keburukan2 tersebut cepat ditiru dan berkembang menjadi tak terkendali. Namun saya yakin, rakyat Maluku dan juga rakyat2 di belahan Indonesia lainnya akan cepat belajar dan di masa depan tidak ada lagi konflik2 yang terjadi di Maluku ataupun di tempat2 lainnya di Indonesia ini. Amin.

  • suasana tidak aman itu sepertinya tak hanya terjadi di maluku, mas almas. hampir semua daerah mengalami fenomena yang sama. agaknya dibutuhkan sinergi semua pihak agar suasana tidak aman itu jangan terus berulang menjadi sebuah siklus kekerasan. makin repot dan rumit kalau akar kekerasan makin menjalar ke semua lini kehidupan masyarakat. semoga maluku bisa kembali aman dan semua warganya bisa menjalankan aktivitas dalam suasana yang rukun dan harmonis.

  • almascatie says:

    @Bu Lyna
    RMS, Isu konflik dll.. mungkin karena terlalu sering dihembus2 masyarakat maluku sudah kebal itu, bahkan muak untuk membahasnya, 🙂
    makasih n salam kenal bu.

    @Anas
    makasih bro.

    @Pak Yari
    Sepakat pak. kalo rakyat maluku, konflik yang terjadi 10 tahun lalu adalah tragedi yg membekas dan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran, sehingga skarang mungkin secara personal ada emosi2 yg meletup sehingga terjadi konflik lokalb berskala kecil, namun untuk provokasi ke arah konflik besar sangat susah akibat pengalaman yang telah lalu.

    @Pak Sawali

    suasana tidak aman itu sepertinya tak hanya terjadi di maluku, mas almas. hampir semua daerah mengalami fenomena yang sama

    Benar pak, sayah sepakat sekali dengan itu..disini yg sayah liat adalah kenapa saatsemua daerah punya potensi itu, akan tetapi daerah lain dapat dikelola manajemen konfliknya..nah dimaluku malah konflik sekecil apapun dapat mengguncang kota ini, tulisan ini sayah buat ketika mengikuti sebuah workshop dan dalam workshop itu kalimat yang sering diulang2 dari pejabat sampai tamu adalah “Maluku Harus Aman” seakan2 kami hidup terus dalam suasana yg tidak aman sampai sekarang. Aman macam bagimana yang harus kami berikan? ini menjadi pertanyaan besar pak.. dengan alasan keamanan pulak maka pembangunan daerah ini terseok2 padahal kalo sayah merasakan, kehidupan disini sudah sangat normal dibanding beberapa tahun lalu, pendidikan, ekonomi, wisata semua sudah berjalan dengan normal, konflik2 lokal yg terjadi ditengah masyarakat tidak sampai memicu konflik yang lebih besar lagi.. akan tetapi imbasnya adalah muncul streotip “tidak aman” terus menerus.
    🙂

  • AtA says:

    ..
    terimakasih infonya..
    karena jujur belom banyak yang saya tau tentang maluku..
    semoga artikel ini bermanfaat.. 😉
    ..
    .salam
    ..

  • aLe says:

    Ironis juga saat ‘Kesalahan yang Terorganisir’ mampu mendominasi dan mengalahkan ‘Kebenaran yang masih banyak berceceran’. Ayo bangsaku, mari berjuang bersama² demi perdamaian dan kedamaian.

  • Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  • eMina says:

    entah kenapa, dari dulu kayaknya di luar jawa itu banyak kerusuhan mulu dan ini itu….klo kebanyakan malah jadi seperti memang direkayasa untuk jadi begitu.

    btw, maluku ga aman? oh *batalin rencana ke maluku* :mrgreen:

  • mamung says:

    Saya dari Banyumas, Jawa Tengah dan merantau di Ambon sudah 3 tahunan..
    saya tegaskan kembali: Maluku Aman… Maluku damai sentausa…
    mudah-mudahan akan kembali manise seperti sedia kala..

  • zee says:

    Sekarang ini, rasa tidak aman memang melanda hampir seluruh kota. Gak bisa, selama pemerintah tidak bisa memberikan rasa aman, ya masyarakat tidak akan bisa tenang.

    Harapan saya sama dengan semua orang, negara kita aman dan tenteram…

  • ayahshiva says:

    abisnya para wakil kita di gedung dpr cm sibuk dengan dengan kepentingan nya masing masing, gk peduli dengan apa yang terjadi dengan rakyat yang di wakilinya

  • almascatie says:

    @aTa
    salam kenal bro.. 🙂

    @Ale
    mungkin ini awal trbaik bagi kita untuk membangun.. 🙂

    @Teteh

    entah kenapa, dari dulu kayaknya di luar jawa itu banyak kerusuhan mulu dan ini itu….klo kebanyakan malah jadi seperti memang direkayasa untuk jadi begitu.

    uhm… mungkin kayak gini Teh, dulu ada tman2 wartawan yang ngeluh, bahwa berita2 yang ingin tembus ke Jakarta sanah, mesti yg kontroversial, brita2 konflik selalu menjadi porsi bsar untuk ditampilkan dari pada brita lainnya.. makanya kenapa yg nyampe di sana itu dan ditevisi Nasional itu lebih banyak tentang konfliknya dari pada hal2 lain semacam korupsi dll..

    @Dedi
    salam kenal juga pak.

    @Om Mamung
    *toss*
    jadi kapan keluarga diajak kesini? hihiii gemes aku liat anakmu itu lho ahahahha

    @Ibu Zee
    iyah ibu.. seharusnya begitu, tapi kadang perhatian pemerintah malah beralih ke hal lain. hal2 yang tidak penting dijadikan penting, dan yang penting sngaja dilupakan.

    @AyahShiva
    benerrr!!! sepakat pak 😀

  • Pada intinya semua orang butuh damai, tapi memang si setau saya media terutama TV hanya menyiarkan sisi2 tertentu dari suatu daerah alias ga berimbang dan sebetulnya bahaya juga karena bisa membuat persepsi orang salah, jangankan maluku ada juga daerah lain di sulawesi sana yg beritanya cuma tentang kekerasan atau tawuran mahasiswa, saya jadi bingung apa disana yg ada cuma itu, sepertinya tidak, karena saya juga pernah kesana dan sebetulnya biasa2 aja ga beda dengan kota lain seperti jakarta, tapi ya itulah media (masih perlu banyak berfikir sebelum mengambil berita), btw semoga maluku tetap damai.

  • Mawardi says:

    Saya juga sedih mengapa Maluku sulit untuk aman

  • Mana tulisan soal RMS nya??? 👿

  • ibnu says:

    Memang sepertinya di daerah Indonesia bagian Timur khususnya sangat rawan sekali konflik, kita lihat saja Papua, perang merupakan sebuah budaya disana. Dan lebih luasnya lagi, perang pemikiran juga sedang terjadi jiga anda mau lebih telii lagi.

  • hanny says:

    aku jadi ingin ngobrol banyak dengan dirimu mengenai ambon-maluku dan konflik di sana. nanti kita ketemu di ambon, yaaa! would be keen to hear more stories about this.

  • almascatie says:

    @isengngeblog
    yah begitulah pak. media disatu sisi seharusnya jadi media perdamaian akan tetapi kadang2 demi mengejar sebuah headline maka rakyat pun berkorban.. sayah sepakat dengan bapak!

    @Pak Mawardi
    aih kami disini sudah aman pak.. cuman media aja yg masih bilang begitu

    @Om Adit
    iyah sabar2 om 😀

    @Ibnu
    perang pemikiran dan perang2 lain itu banyak terjadi kok pak
    Budaya? tidak juga, budaya perang tidak hanya di papua, didaerah lain juga sama kok pak, perang terjadi karena salah satu pihak dirugikan dan penyelesaian yang ditawarkan tidak bisa menjamin hak-hakkorban, ini yang kadang membuat konflik lebih besar pak

    @Hanny
    sippp.. kita nikmati secangkir kopi di pantai sambil bercerita *halah*

  • encep says:

    kedamaian dapat tercipta. yang penting harus saling menjaga, saling percaya, menghilangkan semua dendam dan luka biarpun berat, serta mempercayakan kepada Apkam dan pemerintah. Dan hal yang paling penting lagi JANGAN IKUT RAME …….

  • irna says:

    bukan cuma maluku, tapi ACEH juga..


Leave a comment