Close

Not a member yet? Register now and get started.

lock and key

Sign in to your account.

Account Login

Forgot your password?

Tentang Tanah yang Tak Berpusat di Jawa

Tentang Tanah yang Tak Berpusat di Jawa

* Catatan untuk peresmian GONG PERDAMAIAN di Ambon

(Dino Umahuk)

Indonesiakah yang melahirkanmu atau sejarah tumbuh keliru
Ketika itu sebelum empat puluh lima laut adalah punya kita
Dahulu disana Ba’abullah berjaya mengusir penjajah untuk pertama
Seribu ton kopra yang kita kirim ke istana mengapa kini tak punya harga

Tahun-tahun nenek moyang tahun-tahun kejayaan sudah lama hilang
Di pelataran Masjid Sultan kita hanya mampu menghitung kejatuhan
Dengan sorban berlipat-lipat dan zikir diam-diam seolah kenyataan adalah adjab

Dimana itu dendam kesumat yang dulu bikin Portugis pucat muka
yang bikin Pieterson Coen terbirit-bitir lari dari Fort Oranje karena takut binasa
yang bikin Lopez de Mesquita sengsara setelah khianat di benteng Castella
yang kirim cora-cora jaga cengkeh-pala dari hongi tochten hingga Belanda hilang kuasa

Jou eee jangan cuma inga dansa-dansi deng noni Belanda di Ake Santosa
Jangan coba jadi Tarruwese yang tak setia kepada Nukila, nanti jadi binasa
Ini negeri tak sama harganya dengan dua kadera di Senayan sana, O… jangan buang muka
Jangan sampai Saidi, Majira dan Kalumata jadi marah lalu laut jadi merah

Indonesiakah yang melahirkanmu atau sejarah yang melupai ibu
Dan tanggal dua puluh delapan oktober itu tak seorangpun kita teken di situ
Tetapi kopra kita kirim jua ketika republik muda belia tak punya apa-apa
Dimana Irian beribukota kalau tidak di bumi Kie Raha, O… Soa-Sio lama terlupa lama terlunta
Lalu dana kopra yang sampai sekarang gudangnya torang bilang Dakomib itu untuk siapa?

Indonesiakah yang melahirkanmu atau sejarah yang tak punya ibu
Tahun seribu dua ratus lima puluh tujuh Momole Ciko dari Sampalu sudah pimpin ini negeridengan gelar Baab Mashur Malamo. Jangan lupa itu, kalau berani mengaku anak-cucu
Tetapi sekarang apakah ada yang tercatat di dalam buku, O… Galelano saling baku bunuh
Dari ujung Halmahera sampai ujung Taliabu torang baku tipu demi tungku saling baku dubu

Ya Jou eee…Afa doka kamo-kamo/ Isa mote hoko mote
Ma dodogu ogo uwa/ Tego toma ngawa-ngawa

Indonesiakah yang melahirkanmu atau sejarah yang mendurhakai ibu
Maka demi air mata suci Ratu Nukila dan pusara Tabarija di Malaka sana
Mari angkat parang maju ke muka menuntut bela. Anak negeri sudah lama sengsara
Biar Juida Kasiruta jadi saksi lautan darah, amarah menyala, pica-pica
Sudah lama beta angkat bicara tentang tanah yang tak berpusat di Jawa

Ternate, 25 November 2000

gong

 

19 comments

  • sayur asem says:

    serem.. merinding aku..
    *tapi demi pertamax ya gpp lah*
    .-= sayur asem´s last blog ..Ukiran tercoreng =-.

  • Domba Garut! says:

    Sejarah akan berulang dan barang siapa yang tidak belajar dari sejarah maka akan kembali tergilas olehnya.. semoga ini semua bisa jadi pembelajaran bagi individu2 anak bangsa agar senantiasa bisa mawas..

    Indonesia akan mengulang zaman keemasannya hanya bila para pemimpin dan rakyatnya mau eblajar dari sejarahnya dan bersama sama mengubahnya menjadi sejarah yang baru dan baik.

    Salam hangat dari afrika barat!
    .-= Domba Garut!´s last blog ..United Nations’ Cuisine =-.

  • The Bitch says:

    saya, walaupun berdarah jawa, benci nggak ketulungan sama orang2 jawa yg ongkang2 kaki di gedung yg mirip rumah keong terbelah itu. mereka ada disana juga karena pajak yg saya bayar. dan saya nggak rela dunia ahirat pajak pendapatan saya sebagai buruh pergi pagi pulang pagi cuma buat bikin mereka pindah tidur dari kamar ke ruang rapat!
    mark my word: as god is my witness, may them rot to the deepest hell!

  • Alex© says:

    Demi hutan2 yg dijarah di Borneo, demi setiap bungkah emas yg dirampok Freeport dgn restu Jakarta di tanah Papua, demi semburan gas di Aceh Utara, dan demi minyak pala di Celebes: Aku baru tahu kau pindah blog, dan baru tahu ada postingan sajak begini.

    Setiap daerah-daerah di luar lingkar Istana dan Senayan, sudah sepatutnya merapal sejarah masing2, Bro. Kita sudah sabar cukup lama hanya utk melihat megahnya jembatan Suramadu dibangun, sementara pulau2 lain stagnan bertahun.
    Enough is enough. Federasi!!

  • Mr.El-Adani says:

    @ Alex
    Idem

    Kami bagi mereka emas, mereka kirimi kami keparat, ditumpahkan darah kami, dihinakan perempuan kami, dijadikan yatim piatu anak-anak kami. Lalu atas dasar kemanusia, kita dituntut untuk memaafkan merekan yang salah, lantas membuka lembaran baru, aih… apa pula ini, taik kucing macam apa ini, lalu dulu, waktu nyawa yang dicabut paksa di belakang semak rumah, dimana rasa kemanusiaan itu? waktu mereka hinakan anak perempuan kami di kebun2 sawit, dimana rasa kamanusian itu?

    *cepat2 minum air*
    .-= Mr.El-Adani´s last blog ..Nekrodamus =-.

  • […] menemukan sajak lain yang jauh lebih dulu muncul daripada sajakku. Sajak kekecewaan yang dipajang dalam satu postingan dari blog seorang bocah Ambon yang kurasa akan menampari sesiapa saja yang meremehkan pedih-perihnya perasaan kami, bagian dari […]

  • Hallo salam kenal.. blogie walking neh sambil memperkenalkan pernikahan adat yang ada di Indonesia, jangan pernah dilupakan ya, agar budaya kita tetap terjaga.
    .-= pernikahan adat´s last blog ..Pernikahan Adat Solo =-.

  • irawan says:

    maluku blogger kok maintenance terus om….lg rusak ya..gara2 listrik di ambon gak stabil…wk..wk..wk..
    .-= irawan´s last blog ..Posting Pertamax di Tahun 2010 =-.

  • melupakan sejarah sama juga melupakan ibu ya….
    .-= Blogger Terpanas´s last blog ..Menjaring Dollar di Promoteburner =-.

  • manusiasuper says:

    Saya benci Jakarta….

  • hanif IM says:

    puisi sejarahnya mantab… sipp dah…
    .-= hanif IM´s last blog ..Jasa MyWOT =-.

  • almascatie says:

    *lama kali tak membalas*

    @Om Sayur
    puisi menjadi jawaban bagi eforia dadakan ala pejabat yang mengelu-elukan keajaiban Gong Perdamaian.. 🙁

    @bang Pralangga
    Setuju sekali Bang, sejarah telah mengajarkan kepada kita banyak hal, tapi kadang kita lupa terhadap sejarah itu sendiri, ataukah bangsa kita sekarang sedang memasuki jaman terpurukan yang berdiri sendiri ataukah sama dengan masa lalu juga? semoga para pemimpin kita banyak belajar dari sejarah masa lalu.

    @Typo
    🙂 selama seseorang itu, entah jawa, ambon, batak ato kalimantan memperhatikan rakyat akan sayah dukung.. tapi jika tidak maka tak peduli, dia tetaplah orang yang tidak pantas dihormati..

    @Alex

    Demi hutan2 yg dijarah di Borneo, demi setiap bungkah emas yg dirampok Freeport dgn restu Jakarta di tanah Papua, demi semburan gas di Aceh Utara, dan demi minyak pala di Celebes: Aku baru tahu kau pindah blog, dan baru tahu ada postingan sajak begini.

    demi hutan aku pindah blog? doh..

    Setiap daerah-daerah di luar lingkar Istana dan Senayan, sudah sepatutnya merapal sejarah masing2, Bro. Kita sudah sabar cukup lama hanya utk melihat megahnya jembatan Suramadu dibangun, sementara pulau2 lain stagnan bertahun.

    Jangankan melirik ke arah jauh suramadu sana Bro, disekitar saya aja itu pun sungguh menyesakkan, bayangkan GOng Perdamaian yang bernilai 10 miliar itu mampu digarap dalam jangka waktu ga sampai 6 bulan, sedangkan kampung2 yang masih bertahan tanpa listrik sampai sekarang sejak berpuluh2 tahun itu masih segar berdiri, pembangunan Jembatan Merah Putih yang {imho} kurang bermanfaat bagi masyarakat ambon, malah di golkan hanya demi kebanggaan pembangunan Fisik, sedangkan pembangunan jembatan-jembatan yang sangat penting, yang menghubungkan antar pulau di provinsi ini dibiarkan terkatung2 bahkan tidak terawat.. Arghhhhhhhh

    Federasi tapi jika hanya memunculkan Raja Kecil lagi bak keluar mulut kelinci masuk mulut buaya, teriakan “Bangsa Tipu Bangsa” mungkin tepat digelontorkan kehadapan orang2 itu.

    @Mr. Eldani

    Kami bagi mereka emas, mereka kirimi kami keparat, ditumpahkan darah kami, dihinakan perempuan kami, dijadikan yatim piatu anak-anak kami.

    ditambah dengan janji2 kemakmuran yang setiap hari disuarakan didepan umum tanpa malu.. demi kembungnya perut sebagian orang!

    Lalu atas dasar kemanusia, kita dituntut untuk memaafkan merekan yang salah, lantas membuka lembaran baru,

    motif andalan untuk membenarkan perbuatannya dari dulu mpe sekarang tetap dipake yah..

    *siram air*

    @Irawan
    udah jadi bro.. maap yoh 🙂

    @Blogger Agak Panas
    Melupakan Ibu akan dikutuk sepanjang masa.. terbukti? 😆

    @Mansup
    cukup sekali sayah injak itu Ibu yang memaksa jadi Kota 😀

    @Hanif
    Thanks Bro

  • suryasenja says:

    Sejarah, bapaknya durhaka .. sukanya meniadakan yang ada, tapi juga mengadakan yang tiada .. puisinya bikin merinding nih!

  • haziran says:

    *melintas*

    hemmm… ga jadi kopas komen dari fesbuk..

  • rukia^^ says:

    sejarah itu ada untuk kita pelajari. inilah akibatnya orang-orang di atas sana yang tidak pernah belajar dari sejarah, terus saja mengulangi perilaku salah orang-orang terdahulu. alhasil rakyat kecil terus yang harus menerima resikonya
    .-= rukia^^´s last blog ..Kabur Sejenak dari Rutinitas =-.

  • nursia says:

    ijin copy ke fb saya yah.
    salam

  • indomielezat says:

    apik 😉

    indonesia memang tidak hanya berpusat di Jawa

  • […] menemukan sajak lain yang jauh lebih dulu muncul daripada sajakku. Sajak kekecewaan yang dipajang dalam satu postingan dari blog seorang bocah Ambon yang kurasa akan menampari sesiapa saja yang meremehkan pedih-perihnya perasaan kami, bagian dari […]

  • […] yang sempat dicicipi birahi lautnya Dino Umahuk, (penyair yang dicatut Si Bocah Ambon di salah satu postingannya), dan masih menjadi kisah imajinasi kanak-kanak hari ini, biar pun seorang junior sialan di sana […]


Leave a comment